RESENSI "Mandela-Long Walk to Freedom"

| Kamis, 24 April 2014

Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Aktor dan Aktris         : Idris Elba, Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs.


Ada banyak gambar matahari, belang-belang rumput melambaikan tangan dalam angin. Adaptasi film ini diambil dari otobiografi Nelson Mandela. Mandela perjalanan yang panjang menuju kebebasan. Cerita Nelson Mandela dari pedesaan masa kanak-kanaknya hingga sampai pelantikan sebagai presiden pertama “post-apartheid” afrika selatan.
Film ini mengisahkan perjalanan panjang Mandela yang dikenal luas di dunia internasional sebagai tahanan yang selama 27 tahun mendekap dipenjara karena aktif dalam pergerakan pembebasan nasional di Afrika Selatan. Saat penayangannya di Toronto, film ini mendapat sambutan baik dari para penonton atas penampilan Elba yang tepat memerankan sosok kharismatik tokoh pejuang dan mantan presiden pertama Afrika Selatan ini.
Selain menampilkan perjalanan Mandela, Chadpick juga berupaya menggambarkan sisi lain kelemahan Mandela, dimana ia merasa gagal dalam perkawinannya yang pertama serta hubungannya dengan anak-anaknya. Begitupun ketika  ia membina rumah tangga dengan Winnie Mandela, yang mendampingi dalam masa-masa sulit yang dijalaninya.
Pada tahun 1994, setelah kebebasannya, Mandela menjadi presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis. Perjuangannya pun berbuah manis, ketika diskriminasi terhadap ras kulit hitam dihapuskan. Atas perjuangan tersebut, Mandela dianugerahi penghargaan Perdamaian atau Nobel Peace Prize yang pekan lalu baru diterimanya.
Sosok Mandela mengajarkan tentang perjuangan yang tanpa henti untuk menghapuskan diskriminasi sekalipun resiko yang ditanggungnya besar. Ia vokal dan tak pernah takut menyuarakan yang benar, sekalipun harus berhadapan dengan penguasa dan masuk sel tahanan. Hal ini mengingatkan pentingnya rasa kepedulian dan beban dalam mengubahkan tindakan atau pemahaman yang dalam prakteknya tidak benar.

Amanat
Selalu terus maju demi sebuah keadilan yang memang harus diperjuangkan,tak peduli beberapa penderitaan yang harus dilewati tetap bepikir tenang dan bijak. Selalu berusaha maafkan sebuah penderitaan yang diterima . Nelson Mandela adalah sebuah simbol penderitaan yang dialami kaum kulit hitam, dan memaafkan kesalahan dari kaum kulit putih, agar menciptakan sebuah kedamaian dan keadilan bagi negaranya.

Kelebihan
Dipenuhi semangat perjuangan untuk sebuah revolusi keadilan. Memberikan semangat menggebu-gebu dari penonton film ini.
Kekurangannya
Saya rasa tidak ada kekurangan dari pembuatan film ini sudah bagus.

Unsur Ekstrinsik
   1.      Nilai Agama    : Kita tidak boleh menyalahkan tuhan atas apa yang terjadi.
   2.  Nilai moral       : Kita tidak boleh mendiskriminasi dan membeda-bedakan hanya karena perbedaan    suku,budaya,agama dan etnis.
   3.      Nilai Sosial      : Kita harus memperjuangankan keadilan yang memang harus ditegakkan.




0 comments:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲