1.
Penyakit Diare. Penyakit Diare sangat erat
kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan
dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir,
maka sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur
dangkal akan banyak ikut tercemar.
Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.
Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.
2.
Penyakit Demam Berdarah. Pada saat musim hujan,
biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu
nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim
hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu
terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.
Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.
