Newest Post

Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi

| Minggu, 01 Juni 2014
Baca selengkapnya »

"Bersama Presiden Soeharto, Benny adalah Penasihat YPPI yang didirikan oleh para mantan tokoh demonstrasi 1966 dengan dukungan Ali Moertopo. Hadir di rumah Fahmi [Idris] pada malam itu para pemimpin demonstrasi 1966 seperti Cosmas Batubara, dr. Abdul Ghafur, Firdaus Wajdi, Suryadi [Ketua PDI yang menyerang Kubu Pro Mega tanggal 27 Juli 1996]; Sofjan Wanandi; Husni Thamrin dan sejumlah tokoh. Topik pembicaraan, situasi politik waktu itu...
Moerdani berbicara mengenai Soeharto yang menurut Menhankam itu, 'Sudah tua, bahkan sudah pikun, sehingga tidak bisa lagi mengambil keputusan yang baik. Karena itu sudah waktunya diganti'...Benny kemudian berbicara mengenai gerakan massa sebagai jalan untuk menurunkan Soeharto. Firdaus menanggapi, 'Kalau menggunakan massa, yang pertama dikejar adalah orang Cina dan kemudian kemudian gereja.' "

- Salim Said, Dari Gestapu Ke Reformasi, serangkaian kesaksian, Penerbit Mizan, halaman 316

Pembicaraan di rumah Fahmi Idris, tokoh senior Golkar yang kemarin menyeberang ke kubu Jokowi-JK demi melawan Prabowo adalah bukti paling kuat yang menghubungkan Benny Moerdani dengan berbagai kerusuhan massa yang sangat marak menjelang akhir Orde Baru karena terbukti terbukanya niat Benny menjatuhkan Soeharto melalui gerakan massa yang berpotensi mengejar orang Cina dan orang Kristen. Kesaksian Salim Said ini merupakan titik tolak paling penting guna membongkar berbagai kerusuhan yang tidak terungkap seperti Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang akan saya bongkar di bawah ini.

A. Peristiwa 27 Juli 1996 Adalah Politik Dizalimi Paling Keji Sepanjang Sejarah Indonesia

Selanjutnya bila kita hubungkan kesaksian Salim Said di atas dengan kesaksian RO Tambunan bahwa dua hari sebelum kejadian Megawati sudah mengetahui dari Benny akan terjadi serangan terhadap kantor PDI dan Catatan Rachmawati Soekarnoputri, Membongkar Hubungan Mega dan Orba sebagaimana dimuat Harian Rakyat Merdeka Rabu, 31 Juli 2002 dan Kamis, 1 Agustus 2002 maka kita menemukan bukti adanya persekongkolan antara Benny Moerdani yang sakit hati kepada Soeharto karena dicopot dari Pangab (kemudian menjadi menhankam, jabatan tanpa fungsi) dan Megawati untuk menaikan seseorang dari keluarga Soekarno sebagai lawan tanding Soeharto, kebetulan saat itu hanya Megawati yang mau jadi boneka Benny Moerdani. Sedikit kutipan dari Catatan Rachmawati Soekarnoputri:

"Sebelum mendekati Mega, kelompok Benny Moerdani mendekati saya [Rachmawati] terlebih dahulu. Mereka membujuk dan meminta saya tampil memimpin PDI. Permintaan orang dekat dan tangan kanan Soeharto itu jelas saya tolak, bagi saya, PDI itu cuma alat hegemoni Orde Baru yang dibentuk sendiri oleh Soeharto tahun 1973. Coba renungkan untuk apa jadi pemimpin boneka?
Orang-orang PDI yang dekat dengan Benny Moerdani, seperti Soerjadi dan Aberson Marie Sihaloho pun ikut mengajak saya gabung ke PDI. Tetapi tetap saya tolak."

Dari ketiga catatan di atas kita menemukan nama-nama yang saling terkait dalam Peristiwa 27 Juli 1996, antara lain: Benny Moerdani; Megawati Soekarnoputri; Dr. Soerjadi; Sofjan Wanandi; dan Aberson Marie Sihaloho, dan ini adalah "eureka moment" yang membongkar persekongkolan jahat karena Aberson Marie adalah orang yang pertama kali menyebar pamflet untuk regenerasi kepemimpinan Indonesia dan diganti Megawati sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak Mabes ABRI; Dr. Soerjadi adalah orang yang menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDI di Kongres Medan (kongres dibiayai Sofjan Wanandi dari CSIS) yang mengumpulkan massa menyerbu kantor PDI dan selama ini dianggap perpanjangan tangan Soeharto ternyata agen ganda bawahan Benny Moerdani, dan tentu saja saat itu Agum Gumelar dan AM Hendropriyono, dua murid Benny Moerdani berada di sisi Megawati atas perintah Benny Moerdani sebagaimana disaksikan Jusuf Wanandi dari CSIS dalam Memoirnya, A Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru. Semua fakta ini juga membuktikan bahwa dokumen yang ditemukan pasca ledakan di Tanah Tinggi tanggal 18 Januari 1998 yang mana menyebutkan rencana revolusi dari Benny Moerdani; Megawati; CSIS dan Sofjan-Jusuf Wanandi yang membiayai gerakan PRD adalah dokumen asli dan otentik serta bukan dokumen buatan intelijen untuk mendiskriditkan PRD sebagaimana diklaim oleh Budiman Sejatmiko selama ini.

Ini menjelaskan mengapa Presiden Megawati menolak menyelidiki Peristiwa 27 Juli 1996 sekalipun harus mengeluarkan kalimat pahit kepada anak buahnya seperti "siapa suruh kalian mau ikut saya?" dan justru memberi jabatan sangat tinggi kepada masing-masing SBY yang memimpin rapat penyerbuan Operasi Naga Merah; Sutiyoso yang komando lapangan penyerbuan Operasi Naga Merah; Agum Gumelar dan Hendropriyono yang pura-pura melawan koleganya. Megawati melakukan bunuh diri bila menyelidiki kejahatannya sendiri!

Bila dihubungkan dengan grup yang berkumpul di sisi Jokowi maka sudah jelas bahwa CSIS; PDIP; Budiman Sejatmiko, Agum Gumelar; Hendropriyono; Fahmi Idris; Megawati; Sutiyoso ada di pihak Poros JK mendukung Jokowi-JK demi menghalangi upaya Prabowo naik ke kursi presiden.

B. Kerusuhan Mei 1998, Gerakan Benny Moerdani Menggulung Soeharto; Prabowo; dan Menaikan Megawati Soekarnoputri Ke Kursi Presiden.

Pernahkah anda mendengar kisah Kapten Prabowo melawan usaha kelompok Benny Moerdani dan CSIS mendeislamisasi Indonesia? Ini fakta dan bukan bualan. Banyak buku sejarah yang sudah membahas hal ini, dan salah satunya cerita dari Kopassus di masa kepanglimaan Benny. Saat Benny menginspeksi ruang kerja perwira bawahan dia melihat sajadah di kursi dan bertanya "Apa ini?", jawab sang perwira, "Sajadah untuk shalat, Komandan." Benny membentak "TNI tidak mengenal ini." Benny juga sering mengadakan rapat staf pada saat menjelang ibadah Jumat sehingga menyulitkan perwira yang mau sholat Jumat.

Hartono Mardjono sebagaimana dikutip Republika tanggal 3 Januari 1997 mengatakan bahwa rekrutan perwira Kopassus sangat diskriminatif terhadap yang beragama Islam, misalnya kalau direkrut 20 orang, 18 di antaranya adalah perwira beragama non Islam dan dua dari Islam. Penelitian Salim Said juga menemukan hal yang sama bahwa para perwira yang menonjol keislamannya, misalnya mengirim anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian diperlakukan diskriminatif dan tidak akan mendapat kesempatan sekolah karena sang perwira dianggap fanatik, sehingga sejak saat itu karir militernya suram.

Silakan perhatikan siapa para perwira tinggi beken yang diangkat dan menduduki pos penting pada masa Benny Moerdani menjadi Pangad atau Menhankam seperti Sintong Panjaitan; Try Sutrisno; Wiranto; Rudolf Warouw; Albert Paruntu; AM Hendropriyono; Agum Gumelar; Sutiyoso; Susilo Bambang Yudhoyono; Luhut Panjaitan; Ryamizard Ryacudu; Johny Lumintang; Albert Inkiriwang; Herman Mantiri; Adolf Rajagukguk; Theo Syafei dan lain sebagainya akan terlihat sebuah pola tidak terbantahkan bahwa perwira yang diangkat pada masa Benny Moerdani berkuasa adalah non Islam atau Islam abangan (yang tidak dianggap "fanatik" atau berada dalam golongan "islam santri" menurut versi Benny). Inilah yang dilawan Prabowo antara lain dengan membentuk ICMI yang sempat dilawan habis-habisan oleh kelompok Benny Moerdani namun tidak berhasil. Tidak heran kelompok status quo dari kalangan perwira Benny Moerdani membenci Prabowo karena Prabowo yang menghancurkan cita-cita mendeislamisasi Indonesia itu.

Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia? Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam", lalu menyimpulkan ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul, Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi, mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).

Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo? Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat); ada Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung/bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani); ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani); ada Luhut Panjaitan; ada Sutiyoso; ada Wiranto dan masih banyak lagi yang lain.

Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:

"Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu."

(Salim Said, halaman 320)

Tentu saja Wiranto membantah dia memiliki hubungan dekat dengan Benny Moerdani namun kita memiliki cara membuktikan kebohongannya. Pertama, dalam Memoirnya, Jusuf Wanandi menceritakan bahwa pasca jatuhnya Soeharto, Wiranto menerima dari Benny Moerdani daftar nama beberapa perwira yang dinilai sebagai "ABRI Hijau", dan dalam sebulan semua orang dalam daftar nama tersebut sudah disingkirkan Wiranto. Ketika dikonfrontir mengenai hal ini Wiranto mengatakan cerita "daftar nama" adalah bohong. Namun bila kita melihat catatan penting masa setelah Soeharto jatuh maka kita bisa melihat bahwa memang terjadi banyak perwira "hijau" di masa Wiranto yang waktu itu dimutasi dan hal ini sempat menuai protes.

Fakta bahwa Wiranto adalah satu-satunya orang Benny Moerdani yang masih tersisa di sekitar Soeharto menjawab sekali untuk selamanya mengapa Wiranto menjatuhkan semua kesalahan terkait Operasi Setan Gundul kepada Prabowo; mengatakan kepada BJ Habibie bahwa Prabowo mau melakukan kudeta sehingga Prabowo dicopot; dan menceritakan kepada mertua Prabowo, Soeharto bahwa Prabowo dan BJ Habibie bekerja sama menjatuhkan Soeharto sehingga Prabowo diusir dan dipaksa bercerai dengan Titiek Soeharto. Hal ini sebab Wiranto adalah eksekutor dari rencana Benny Moerdani menjatuhkan karir dan menistakan Prabowo.

Membicarakan "kebejatan" Prabowo tentu tidak lengkap tanpa mengungkit Kerusuhan Mei 1998 yang ditudingkan pada dirinya padahal saat itu jelas-jelas Wiranto sebagai Panglima ABRI pergi ke Malang membawa semua kepala staf angkatan darat, laut dan udara serta menolak permintaan Prabowo untuk mengerahkan pasukan demi mengusir perusuh. Berdasarkan temuan fakta di atas bahwa Benny Moerdani mau menjatuhkan Soeharto melalui kerusuhan rasial dan Wiranto adalah satu-satunya orang Benny di lingkar dalam Soeharto maka sangat patut diduga Wiranto memang sengaja melarang pasukan keluar dari barak menghalangi kerusuhan sampai marinir berinisiatif keluar kandang. Selain itu tiga fakta yang menguatkan kesimpulan kelompok Benny Moerdani ada di belakang Kerusuhan Mei 98 adalah sebagai berikut:

1. Menjatuhkan lawan menggunakan "gerakan massa" adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan).

2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia). Lagipula saat kejadian terbukti Benny Moerdani sedang rapat di Bogor dan ada laporan intelijen bahwa orang lapangan saat kerusuhan 27 Juli 1996 dan Mei 98 dilatih di Bogor!!!

3. Alasan Megawati setuju menjadi alat Benny Moerdani padahal saat itu keluarga Soekarno sudah sepakat tidak terjun ke politik dan alasan Benny Moerdani begitu menyayangi Megawati mungkin adalah karena mereka sebenarnya pernah menjadi calon suami istri dan Soekarno sendiri pernah melamar Benny, pahlawan Palangan Irian Jaya itu untuk Megawati, namun kemudian Benny memilih Hartini wanita yang menjadi istrinya sampai Benny meninggal (Salim Said, halaman 329).

Berdasarkan semua fakta dan uraian di atas maka kiranya sudah tidak bisa dibantah bahwa alasan Kelompok Benny Moerdani, dalang Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 ada di belakang Jokowi-JK dengan mengorbankan keutuhan partai masing-masing (PDIP, Hanura, Golkar) untuk melawan Prabowo adalah dendam kesumat yang belum terpuaskan sebab Prabowo menjadi penghalang utama mereka ketika mencoba mendeislamisasi Indonesia.


Sumber : m.kompasiana.com
              Berric Dondarrion

Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi

Posted by : Arik noviwibawa
Date :Minggu, 01 Juni 2014
With 0comments

RESENSI "Mandela-Long Walk to Freedom"

| Kamis, 24 April 2014
Baca selengkapnya »

Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Produser                      : Anant Singh
Sutradara                     : Justin Chadwick
Penulis Naskah            : William Nicholson
Aktor dan Aktris         : Idris Elba, Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs Naomie Harris, Mark Elderkin, Carl Beukes, Tony Kgoroge, Riaad Moosa, Zolani Mkiva, Jamie Bartlett, Lindiwe Matshikiza, Deon Lotz, Terry Pheto, Robert Hobbs.


Ada banyak gambar matahari, belang-belang rumput melambaikan tangan dalam angin. Adaptasi film ini diambil dari otobiografi Nelson Mandela. Mandela perjalanan yang panjang menuju kebebasan. Cerita Nelson Mandela dari pedesaan masa kanak-kanaknya hingga sampai pelantikan sebagai presiden pertama “post-apartheid” afrika selatan.
Film ini mengisahkan perjalanan panjang Mandela yang dikenal luas di dunia internasional sebagai tahanan yang selama 27 tahun mendekap dipenjara karena aktif dalam pergerakan pembebasan nasional di Afrika Selatan. Saat penayangannya di Toronto, film ini mendapat sambutan baik dari para penonton atas penampilan Elba yang tepat memerankan sosok kharismatik tokoh pejuang dan mantan presiden pertama Afrika Selatan ini.
Selain menampilkan perjalanan Mandela, Chadpick juga berupaya menggambarkan sisi lain kelemahan Mandela, dimana ia merasa gagal dalam perkawinannya yang pertama serta hubungannya dengan anak-anaknya. Begitupun ketika  ia membina rumah tangga dengan Winnie Mandela, yang mendampingi dalam masa-masa sulit yang dijalaninya.
Pada tahun 1994, setelah kebebasannya, Mandela menjadi presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis. Perjuangannya pun berbuah manis, ketika diskriminasi terhadap ras kulit hitam dihapuskan. Atas perjuangan tersebut, Mandela dianugerahi penghargaan Perdamaian atau Nobel Peace Prize yang pekan lalu baru diterimanya.
Sosok Mandela mengajarkan tentang perjuangan yang tanpa henti untuk menghapuskan diskriminasi sekalipun resiko yang ditanggungnya besar. Ia vokal dan tak pernah takut menyuarakan yang benar, sekalipun harus berhadapan dengan penguasa dan masuk sel tahanan. Hal ini mengingatkan pentingnya rasa kepedulian dan beban dalam mengubahkan tindakan atau pemahaman yang dalam prakteknya tidak benar.

Amanat
Selalu terus maju demi sebuah keadilan yang memang harus diperjuangkan,tak peduli beberapa penderitaan yang harus dilewati tetap bepikir tenang dan bijak. Selalu berusaha maafkan sebuah penderitaan yang diterima . Nelson Mandela adalah sebuah simbol penderitaan yang dialami kaum kulit hitam, dan memaafkan kesalahan dari kaum kulit putih, agar menciptakan sebuah kedamaian dan keadilan bagi negaranya.

Kelebihan
Dipenuhi semangat perjuangan untuk sebuah revolusi keadilan. Memberikan semangat menggebu-gebu dari penonton film ini.
Kekurangannya
Saya rasa tidak ada kekurangan dari pembuatan film ini sudah bagus.

Unsur Ekstrinsik
   1.      Nilai Agama    : Kita tidak boleh menyalahkan tuhan atas apa yang terjadi.
   2.  Nilai moral       : Kita tidak boleh mendiskriminasi dan membeda-bedakan hanya karena perbedaan    suku,budaya,agama dan etnis.
   3.      Nilai Sosial      : Kita harus memperjuangankan keadilan yang memang harus ditegakkan.




RESENSI "Mandela-Long Walk to Freedom"

Posted by : Arik noviwibawa
Date :Kamis, 24 April 2014
With 0comments

RESENSI NOVEL "My Idiot Brother"

| Rabu, 26 Maret 2014
Baca selengkapnya »

Judul                            : My Idiot Brother
Penulis                         : Agnes Davonar
Penerbit                       : Inandra Published
Tempat Terbit              : Jalan TPI 2 nomor 6, Jakarta
Tahun Terbit                : November 2011
Halaman Buku            : 267 halaman
ISBN                           : 978-979-18346-8-1
Harga Buku                 : Rp 45.000
Judul resensi                : Kisah Inspiratif Pengorbanan Seorang Kakak Kepada Adik nya
             
           
       Agnes Davonar adalah keluarga bersaudara penulis yang memulai kariernya dalam blog, dua kakak beradik ini telah melahirkan banyak cerita online yang  begitu dekat dengan kehidupan pembacanya. Lebih dari sejuta pembaca telah melihat karyanya lewat situs pribadinya www.agnesdavonar.net. Selain dikenal sebagai blogger papan atas indonesia dengan sejumlah prestasi internasional, ia juga dikenal sebagai penulis best seller yang telah melahirkan 8 novel fiksi dan 2 biografi sukses yang diakui di beberapa perpustakaan universitas asia dan australia sebagai koleksi resmi. 4 dari novelnya telah diadaptasikan ke layar lebar hingga tahun 2011. Kini Agnes melanjutkan kehidupannya di Amerika, sedangkan Davonar melanjutkan kuliahnya di Universitas Tarumanegara. Mereka juga merintis Gerakan sosial @IndonesiaBerdoa yang memiliki lebih dari 45.000 follower sebagai yayasan amal mereka untuk anak-anak Indonesia dan mereka yang membutuhkan.

Alur : Maju
  a)    Pengenalan                 : Angel seorang gadis yang cantik tapi selalu malu terhadap Hendra karena kakaknya itu mengalami cacat mental.
  b)    Pemunculan konflik    : Semenjak Angel memaski sekolahnya, ia selalu dicaci maki oleh Agnes dan kawan-kawan yang mengetahui keadaan Hendra, Kakaknya sehingga seluruh kelas tau keadaann kakaknya dan ikut menghina dirinya.
  c)    Konflik memuncak      : Aji, seorang murid baru yang tampan, pintar bermain basket (sama dengan Angel) datang ke sekolah. Aji mulai tertarik dengan Angel karena memiliki hobi yang sama. Sementara Agnes dan teman-temannya merasa tidak terima dan mengancam Angle akan memberi tahu keadaan Hendra kepada Aji.
  d)    Klimaks                        : Aji mengundang Angel ke pesta ulang tahunnya. Angel ingin membelikan hadiah untuk Aji tapi ia tidak mempunyai uang karena ia tidak pernah menabung uang jajannya. Hendra memberikan seluruh uang tabungannya untuk Angel. Akhirnya Angel membelikan sebuah helm kerem untuk Aji. Saat ulang tahun Aji, Angel lupa membawa hadiahnya. Ia berniat untuk kembali dan mengambil hadiah untuk Aji, tapi Hendra sudah lebih dulu mengantarkannya. Karena malu Aji mengetahui bahwa kakaknya cacat mental, Angel berlari dan akhirnya tertabrak oleh sebuah mobil.
  e)    Penyelesaian               : Angel dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan banyak dara sementara stok kantung darah sudah habis. Hendra mendonorkan darahnya walau itu membahayakan hidupnya. Ia ingat bahwa besok adalah hari ulang tahun adiknya. Ia membuat surat kepada adiknya karena ia tidak mempunyai uang untuk membelikan boneka babi yang biasa dibelinya saat Angel ulang tahun, saat ingin menyimpan surat itu, kepala Hendra terbentur dan tak lama kemudian ia meninggal. Angel menemukan surat dari kakaknya dan menangis.ia menyadari bahwa Hendra adalah segalanya. Hendra mungkin bukan kakak yang sempurna, tapi ia adala kakak terbaik yang diciptakan tuhan untuk ada di sampingya sebagai malaikat yang mencintai dan menyelamatkan hidup Angel.

Penokohan
a)      Angel         : cantik, pintar bermain basket, pemarah, tidak sopan, selalu malu                                        terhadap keadaan Hendra, Kakaknya yang mengalami cacat mental.
b)      Hendra       : mengalami cacat mental, gendut, baik hati, dermawan, pemaaf,                                 selalu sayang pada adiknya dan rela menyelamatkan hidup adiknya.
c)      Ibu Angel   : baik hati, perhatian, penyayang.
d)      Agnes         : kurus, tinggi, langsing, suka menghina, pendengki, tidak sopan.
e)      Aji               : baik hati, pintar main basket, ramah, bersahabat.

Suasana             : Mengharukan.
Latar tempat      : Rumah Angel, Sekolah, CafĂ© Hijau, Rumah sakit.
Sudut pandang   : Sebagai orang pertama yang menceritakan dirinya dan                              kehidupannya.
Amanat              : terkadang kita tidak akan menyadari kehilangan sebelum benar-benar terjadi.            seorang kakak mungkin tidak sempurna, tapi ia adala kakak terbaik yang diciptakan tuhan untuk ada di samping kita sebagai malaikat yang mencintai kita.

Kelebihan
amanatnya bagus untuk dicontohkan pada kehidupan sehari-hari, novel ini memiliki alur yg menarik tidak bikin bosan bagi pembacanya.
           
Kekurangan
Dalam novel ini, terdapat kesalahan ketik yang lumayan banyak. Demikian juga beberapa kalimat yang terkesan dibiarkan begitu saja tanpa di edit, cukup mengganggu pembaca. contohnya seperti kalimat berikut :
  1)    Tiga cewek norak itu saling melambaikan tangan mesra untuk pada Aji.(halaman 65).
  2)    Sepekan Agnes ikut bermain kami di lapangan dan tiba hingga akhirnya Aji mulai merasa  jenuh       melatih Agnes yang bodoh itu. (halaman 73).
  3)    Tapi demi agar Aji tidak jatuh padanya, (halaman 73).
  4)    Belum bisa masukin bola ke ranjang. (halaman 73).
  5)    Agnes merasakan pahitnya kata-kata arti bodoh. (halaman 74).

Selain itu, gambar kecil yang ada di sudut bawah dalam setiap halaman juga sedikit mengganggu ‘pemandangan’ saat membacanya.
Tetapi, tema yang diangkat menarik karena menceritakan kisah penderita down syndrome. Karakter ibu yang digambarkan pada novel lain biasanya lembut, penuh pengertian, dan sabar. Namun dalam novel ini, tokoh ibu digambarkan lengkap dengan emosinya yang kadang tak terkendali, menuntut Agnes agar menerima keadaan kakaknya. Kemampuan pengarang dalam memaparkan plot atau alur dengan sangat baik merupakan salah satu kekuatan novel ini. Alur yang dibawakan dalam novel ini adalah alur maju, jadi para pembaca  tidak bingung untuk membayangkan cerita dalam novel ini. sudut pandang pengarang dalam novel ini sangat jelas, yaitu pengarang sebagai  pelaku utama. Selain itu, ada juga tambahan 6 cerpen  karya Agnes Davonar yang juga inspiratif. Didalam cerpen-cerpennya, penulis memakai nama yang sama (Angel,Hendra,Agnes) pada setiap tokohnya yang bisa saja membuat pembaca bingung.
Tidak hanya itu, novel ini banyak sekali memiliki amanat yang sangat penting dalam kehidupan. Salah satu amanat yang dapat diambil dari novel ini adalah kita harus menerima apapun keadaan saudara kita dengan ikhlas, dan jangan malu dengan keadaan saudara kita tersebut. Seharusnya sebagai saudara kita harus saling membantu dan saling menyanyangi, sebab tak ada yang lebih berharga di dunia ini selain seorang saudara, apalagi seorang kakak kandung. Jadi, novel ini sangat lah menarik  dan dapat di jadikan sebagai salah satu inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, novel inspiratif ini dapat dibaca oleh semua kalangan.

Unsur Ekstrinsik
     1.  Nilai Agama     : Kita tidak boleh menyalahkan tuhan atas apa yang terjadi
     2.  Nilai moral       : Kita tidak boleh membenci keluarga sendiri, jangan mengejek orang                                                      lain.
     3.  Nilai Sosial       : Kita harus menghargai dan menerima kekurangan orang lain
     4. Nilai Budaya      : Budaya anak Jakarta merayakan acara ulang tahunnya di sebuah                                 kafe.

RESENSI NOVEL "My Idiot Brother"

Posted by : Arik noviwibawa
Date :Rabu, 26 Maret 2014
With 1 comments:
Next → ← Prev
▲Top▲