Si Perusak dan Tak Tau Diri (Final Part)

| Minggu, 13 Januari 2013

            Akhirnya hari minggu datang juga disaat banyak film anime diputar di indosiar, dan disaat itu anime yang dinanti nantikan adalah anime Digimon hhehehe dan masih banyak lagi sih sebenarnya, lalu kudengar ada suara yang memanggil-manggil namaku, owh ternyata temanku yang mau mengajakku bermain lalu aku bermain petak umpet bersama teman temanku  dan aku menjadi penjaganya sungguh sial hmmm, ketika mencari teman temanku aku melihat ada segerombolan anak perempuanyang lewat didepanku,  tapi ada seorang anak perempuan begitu asing karena cuman dia saja yang tak kuketahui mungkin 2 tahun lebih muda dari ku, dia berlari begitu lucu seperti berlari mencondong kedepan kepalanya sambil mendorong temannnya dan pergi begitu saja membuat perasaan seperti tersentak sesuatu yang aneh tapi kutetap melanjutkan mencari teman-temanku.

            Satu demi satu ku temukan teman-temanku setelah selesai bermain, kita sepakat bermain kehalaman belakang tetangga karena disana ada pohon tebu, langsung saja saya dan teman-teman langsung mengigit pohon tebu itu padahal masih tertancap rapih ditanah sebagai tanaman jadi setelah kami gigit dan hisap sari tebunya meninggalkan begas gigitan, tapi herannya pohon tebu itu masih berdiri kokoh meskipun banyak koyakan hehehe. Lalu hal yang paling menyenangkan melihat musuh ku sebenarnya bukan musuh sih cuman dia yang menganggapku begitu, umurnya kira-kira setahun atau 2 tahun diatasku dia adalah target kesenangan ku karena dia sensitif sekali cuman diejek “kamu jelek, kamu jelek” gadis itu bisa marah sekali mebuat saya tertawa terbahak-bahak.
            Sampai-sampai dia melempar batu ke arah ku lalu aku pun membalasnya tapi ku lemparnya kearah tanah tidak seperti dia, lalu ibunya pun datang dan akupun dimarahin tapi kata-katanya aku tak mengerti dia bilang ”Kalau suka bilang aja” saya diam sejenak dan berfikir “suka apa itu?” dan akupun langsung pergi meninggalkannya.
            Keesokan harinya aku seperti biasa kembali sekolah dan sorenya aku pun kembali bermain bersama-sama bersama teman tapi istimewanya aku mendapatkan sepedah baru dari kakekku. Kakekku sudah berada dirumah seminggu yang lalu, dia menuntunnya sendiri sepeda itu yang masih terbungkus rapi dengan plastiknya, lalu aku memamerkannya kepada teman temanku dengan menuntunnya kearah semuanya yang sedang berkumpul, dan aku berkata “Sepeda ku baru loh!”, lalu ada temanku yang bilang seperti ini “Palingan itu sepeda bekas, cepat buka bungkus plastiknya biar nggak norak” lalu aku pun terdiam sambil menuruti temanku untuk membuka plastiknya.
            Dan ketika itu aku langsung pulang dan menanyakannya kepada kakekku “Kek tadi itu sepedahnya sepedah bekas ya?” lalu kakekku menjawab “Enggak kok itu sepeda baru” spontan aku langsung berfikir mungkin temanku hanya sirik kepadaku, dan ibuku yang mendengarnya langsung memarahiku dan aku hanya bisa terdiam.
            Minggu depannya kakekku berpamitan pulang aku hanya bisa mengantarnya sampai halaman belakang rumah karena ayahku waktu itu masih bekerja. Dia pulang sambil membawa 2 kardus, aku pun ingin membantunya tapi aku tak bisa mengantarnya sampai terminal jadi aku hanya bisa melambai-lambai pada kakekku dari jauh. Dan itu pun perjumpaan terakhir ku dengannya, tapi suatu saat pasti kita dapat berkumpul kembali disana kelak, pasti.  



# Hanya Fiksi

0 comments:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲